Home News Target Panen 15 Kilo per Sekolah

Target Panen 15 Kilo per Sekolah

595
0

SEKOLAH PEDULI INFLASI 2017 INISIASI BANK INDONESIA

Oleh : Harry F. Darmawan/GoDiscover

MENGAWALI program Sekolah Peduli Inflasi 2017 pasca kick off  Sabtu (19/3) lalu, Bank Indonesia KPw Balikpapan menggelar Pelatihan Budidaya Cabai pada siswa dan guru dari semua sekolah yang berpartisipasi, Sabtu (8/4) pagi di halaman belakang Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.

Sebelum dimulainya pelatihan, Humas BI Balikpapan Andi Adityaning Palupi memaparkan, program tahun ini menargetkan setiap sekolah menanam minimal 800 polybag dan panen minimal 15 kg. “Kita juga harus lebih narsis tahun ini. Ini agar masyarakat ikut terdorong untuk menanam cabai di pekarangan rumahnya,” sebutnya.

Selain itu, BI Balikpapan juga membagikan bantuan operasional sebesar Rp 2,5 juta per sekolah. “Diharapkan semua sekolah bisa memanfaatkan bantuan operasional ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Memasuki sesi pelatihan, Konsultan Budidaya Cabai Bambang Saputra menerangkan, pelatihan ini dilaksanakan sebagai pengenalan terhadap proses budidaya cabai, mulai dari langkah a sampai z. “Kami jelaskan mulai dari pembibitan, penyiapan media tanam, penanaman, pemeliharaan sampai panen,” ungkapnya.

Lebih lanjut pria berkacamata ini menjelaskan, proses pembibitan dimulai dari memeram benih. Benih tersebut direndam selama 8 sampai 12 jam di dalam air panas. Setelah direndam, benih itu dimasukkan ke dalam kain basah dan didiamkan selama 4-5 hari. Setelah tumbuh kecambah, berarti benih tersebut siap dipindahkan ke dalam pot trays dan ditutupi selama 21-25 hari. “Setelah tumbuh daun, maka siap dipindahkan ke polybag besar,” sambungnya.

Penggunaan pot trays ini adalah hasil evaluasi pada gelaran tahun lalu untuk mengatasi terbatasnya lahan di sekolah. “Pot trays ini untuk efisiensi lahan dan penataannya juga lebih rapi,” tuturnya.

Setelah pelatihan ini, secara bertahap BI akan menyalurkan dana bantuan operasional ke semua sekolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

MONITORING TIAP DUA MINGGU

Setelah sekolah mulai mengeksekusi penanaman, BI akan memantau prosesnya setiap dua minggu sekali ke semua sekolah. BI akan rutin mengadakan temu lapang dan evaluasi. “Kita lihat siapa yang berhasil, siapa yang mempunyai kendala. Nanti akan didiskusikan ke pendamping masing-masing sekolah,” terang Bambang.

Dirinya berharap, nantinya semua sekolah bisa panen secara serentak dan terjadinya budaya yang produktif di sekolah. “Kalau sudah membudaya, mereka nanti bisa menularkannya ke rumah masing-masing,” katanya.

Bambang menambahkan, program ini sendiri dihelat sebenarnya bukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan cabai di Kota Balikpapan. “Ini lebih ke arah ekspektasi bagaimana sebenarnya kebutuhan akan cabai bisa kita penuhi secara mandiri, baik di sekolah maupun di rumah,” tandasnya. (*)

Previous articleLangkah Mudah Membuat Sendiri AC Ruangan
Next articleHal-Hal yang Perlu di Perhatikan Saat Berbelanja Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.