Home News Serius Kembangkan Sentra Souvenir, Pertamina Gelar Pelatihan Tahap II

Serius Kembangkan Sentra Souvenir, Pertamina Gelar Pelatihan Tahap II

680
0

BATOK KELAPA DAN RANTING JADI BAHAN BAKU

SUKSESNYA program pelatihan kerajinan souvenir tahap I membuat Pertamina kembali menginisiasi pelatihan selanjutnya. Kali ini, souvenir yang diproduksi masih sama, yakni olahan dari batok kelapa dan ranting atau kayu-kayuan. Kedua bahan baku tersebut dipilih selain karena mudah untuk mendapatkannya — terutama di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain, juga unik dan punya nilai jual.

Dari batok kelapa, ada beragam souvenir yang bisa dihasilkan, seperti gelas, asbak, aneka gantungan kunci, celengan dan Tempat Pensil, aneka replika hewan yang lucu seperti kura-kura, kodok, burung, dan lainnya. Seiring keahlian yang bertambah, warga binaan diyakini juga mampu memproduksi souvenir seperti tas, jam tangan, lampu, dan lain-lain. Bahkan memunculkan produksi untuk motif karakter khas Balikpapan semacam Beruang Madu, Burung Enggang, atau Kerajinan motif Dayak.

Program tahap II ini diawali dua orang guna menjadi penanggung jawab program di desa binaan untuk mengepalai projek usaha. Penanggung jawab program adalah pihak yang bersedia dilatih dan dibimbing dan selanjutnya dijaring nama-nama yang menjadi anggota/peserta dalam project souvenir serta melatih mereka. Dua orang yang ditunjuk sebagai perwakilan tersebut yakni Agusdin (mewakili kelompok pria) dan Noraisah (mewakili kelompok perempuan).

Setelah itu, Discover Borneo (DB) yang diberi mandat oleh Pertamina sebagai Pelaksana Pelatihan bersama dengan penanggung jawab program mengikuti pelatihan di tempat/sentra produksi souvenir di Jogjakarta dan Malang, yang dipilih sebagai rujukan pelatihan selama maksimal 3 hari.

DESA PERCONTOHAN: Kunjungan studi banding ke Malang, Jawa Timur.

Sepulangnya dari dua kota tersebut, penanggung jawab program mulai menyosialisasikan hasil pelatihan kepada anggota untuk memulai tahap produksi dan penjualan. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Sungai Wain pada periode April sampai Mei 2017 untuk pelatihan dan pembuatan gantungan kunci dari batok kepala dan perhiasan dari kayu bekas.

Lalu, tim pelaksana menghadirkan pelatih untuk melakukan pelatihan di depan penanggung jawab program dan anggota. Pegiat sablon kayu dan olahan limbah dari Malang, Jawa Timur, yakni Salman dan Jimbeh didatangkan ke pendopo Sungai Wain untuk mendemonstrasikan ilmu yang mereka miliki serta sharing pengalaman.

Terakhir, tim pelaksana menyiapkan seremoni untuk launching produk sekaligus momen pengenalan produk ke khalayak luas. Namun karena belum memadainya tempat display di Sungai Wain, realisasinya diestimasikan setelah Hari Raya Idul Fitri Tahun 2017.

Program tahap II masih mengusung misi menjadikan Desa Wisata Sungai Wain sebagai wahana edukasi dan wadah mempromosikan binaan Pertamina kepada masyarakat. Selain itu, Desa Wisata Sungai Wain diharapkan bisa menjadi pilot project dalam pemberdayaan bidang kerajinan/souvenir, membuka peluang tenaga kerja dan menambah ekonomi masyarakat sekitar, meningkatkan partisipasi masyarakat atas kontribusi pada sektor jasa untuk  mengembangkan  dan mengenalkan potensi daerah., terbentuknya model desa binaan yang didukung oleh stakeholders dengan basis kemitraan dan terlaksananya program pemberdayaan masyarakat di lokasi desa binaan yang diharapkan bisa dilanjutkan pembinaannya lintas sektoral oleh pemerintah daerah.

Dari program yang sudah berjalan ini, warga binaan berharap agar pembinaan selanjutnya sebaiknya mengarah ke pelatihan administrasi dan manajemen, packaging dan perluasan jaringan sekaligus pengayaan atau pengembangan produk.

SEMANGAT YANG SAMA: Pelatihan sablon kayu dan daur ulang limbah menghadirkan mentor Salman, praktisi dari Malang, Jawa Timur.

Seiring dengan itu, penataan ruang produksi dan ruang display khusus dirasa perlu agar lebih tertata dan lebih layak jika dikunjungi tamu dari luar. Saat ini, warga masih memanfaatkan rumah masing-masing dan pendopo sebagai tempat display produk yang otoritasnya, termasuk listrik dan air, masih dibawahi Pemkot melalui UPT HLSW dan DAS Manggar.

Ke depannya, adanya lokasi khusus souvenir dan kerajinan/produk olahan hasil karya mitra binaan Pertamina juga diperlukan. Salah satu fungsinya selain menambah semangat untuk produksi, menambah daya saing, juga menumbuhkan kebanggaan Pertamina sendiri sekaligus mengarahkan karyawan Pertamina maupun stakeholdernya untuk membeli produk karya binaan Pertamina.

Penanggung Jawab Tim Pelaksana yang juga Penanggung Jawab Discover Borneo (DB) Raden Nugroho mengutarakan, jika dirasa perlu, adanya inovasi baru untuk kepentingan branding patut dipersiapkan. “Contohnya adalah mobile souvenir/booth dalam bentuk mobil yang dirancang khusus untuk jualan souvenir. Mobil itu bisa dimanfaatkan di berbagai tempat, bisa keliling di acara-acara dan kegiatan,” sambung pria yang akrab disapa Aden tersebut. [*/hfd]

Previous articleSentra Souvenir Lengkapi Desa Wisata Sungai Wain
Next articleIri Hati Bisa Mengurangi Motivasi Hidup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.