Home Technology and Tips 7 Cara mengetahui PC atau laptop terinfeksi spyware

7 Cara mengetahui PC atau laptop terinfeksi spyware

608
0

Laptop merupakan salah satu barang penting yang digunakan orang, baik muda maupun tua. Dari anak sekolahan hingga para pekerja, keberadaan laptop begitu menunjang keseharian mereka. Menggunakan laptop memang sangat mempermudah banyak pekerjaan, selain itu laptop juga memberikan hiburan tersendiri bagi penggunanya.

Menggunakan laptop dianjurkan untuk berhati-hati. Pasalnya dengan berbagai kasus, peretas (hacker) kerap memanfaatkan ketidaktahuan atau keteledoran pengguna untuk mencuri data lewat PC atau laptop.

Tanpa disadari terkadang iklan atau situs web yang dikunjungi dapat menjadi pintu belakang peretas untuk menyusup ke dalam PC tanpa diketahui. Hasilnya kamu akan menjumpai berbagai permasalahan ketika menggunakan laptop, entah itu baterai laptop cepat terkuras, performa melambat, atau program sering crash.

Masalah laptop atau PC yang terjadi kerap mengganggu aktivitas. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa PC atau laptop sedang ‘disusupi’ spyware. Spyware sendiri merupakan perangkat lunak yang terpasang di dalam sistem komputer. Dengan adanya spyware, pengguna bisa memonitor situs apa saja yang dikunjunginya. Namun spyware sering kali bisa mengalihkan pengguna ke situs tertentu, menampilkan pop-up browser yang berisi iklan, hingga virus.

Nah bagaimana cara mengetahui PC atau laptop kamu terinfeksi spyware? Berikut lansiran brilio.net dari liputan6.com, Rabu (26/2)

1. Baterai laptop boros.

Ketika ada program yang tidak diketahui beroperasi secara tiba-tiba, program itu pastinya menggunakan kemampuan prosesor utama. Nah biasanya, program bertipe spyware atau virus sering aktif tanpa sepengetahuan korbannya. Karena hal tersebut, kamu pasti akan menyadari daya baterai laptop semakin singkat dan cepat habis, hingga cepat panas.

2. Program sering bermasalah dan crash.

Peretas sering kali mencari cara baru untuk mencuri data kamu. Mereka bisa saja menggunakan cara memasukkan kode tertentu ke dalam program untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini akan berpengaruh pada program beroperasi yang lebih lambat, sering error, dan crash. Untuk mengantisipasi, jangan pernah menyimpan informasi finansial, seperti nomor kartu kredit ke aplikasi.

3. Performa PC atau laptop menjadi lemot.

Jika kamu merasakan PC atau laptop kamu tiba-tiba menjadi lemot, padahal belinya baru, kamu harus berhati-hati. Ini bisa menjadi tanda laptop atau PC kamu terinfeksi malware, seperti worm atau trojan horse. Mereka dapat masuk ke perangkat melalui program yang diunduh.

Terkadang, pelaku kejahatan siber sering menyamarkan malware ini sebagai software resmi. Mereka akan menghabiskan semua kemampuan prosesor dan membuat PC atau laptop berjalan lebih lambat.

4. Webcam tiba-tiba nyala dan merekam.

Jika webcam tiba-tiba nyala dan merekam terjadi maka bisa saja pertanda penjahat siber bisa memata-matai kamu. Tak hanya mampu mencuri data di dalam perangkat, mereka juga bisa mencuri foto dan merekam suara kamu. Ada baiknya, kamu menutup webcam–saat tidak digunakan–dengan lakban, menyalakan mic saat diperlukan saja, dan rutin mengganti kata sandi di layanan yang kamu pakai.

5. Tiba-tiba muncul banyak iklan di layar.

Munculnya iklan memang sangat menyebalkan memang. Kemudian secara tidak sengaja kamu mengeklik. Banner yang muncul dapat menginfeksi komputer atau laptop kamu dengan virus yang akan memunculkan iklan dan plug-in yang tidak kamu ketahui di layar. Selain menganggu pengalaman berselancar internet, hal ini dapat menjadi cara yang memungkinkan peretas untuk mendapatkan akses ke data kamu.

6. Laman utama browser berubah.

Tanda lainnya yang perlu diperhatikan adalah tampilan utama browser kamu. Jika saat membukanya, kamu menyadari ada yang berbeda dari biasanya. Ada baiknya kamu perhatikan lebih teliti.

Tak hanya itu, saat membuka browser dan tiba-tiba mengarahkan ke situs web yang sama sekali belum pernah dikunjungi, ini berarti komputer atau laptop kamu sudah terinfeksi beberapa jenis sofware mata-mata.

7. Muncul program tidak dikenal di PC atau laptop.

Salah satu cara paling umum PC atau komputer kamu dimata-matai dari jarak jauh adalah melalui malware. Kamu harus secara teratur memeriksa program yang terpasang di perangkat. Terkadang, ada beberapa program yang tidak diinginkan, bisa saja terpasang saat kamu sedang mencoba memasang sesuatu di bundleware.

Source : https://www.brilio.net/

Previous article4 Cara mengatasi flashdisk yang tidak bisa terbaca
Next article9 Cara Bersihkan Memori RAM Hp Android Supaya Tak Penuh dan Lambat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.