Home DPRD Balikpapan DPRD Balikpapan Ingin Pengawasan Protokol Kesehatan Diperketat

DPRD Balikpapan Ingin Pengawasan Protokol Kesehatan Diperketat

251
0

SEJAK beberapa hari terakhir, angka penyebaran virus Covid-19 terus menunjukkan peningkatan. Tercatat pada Kamis 13 Agustus kemarin, terdapat 36 kasus pasien positif baru, dengan total keseluruhan sebanyak 893 kasus. Kasus positif baru yang sudah menyasar ke lokasi pendidikan, pasar tradisional, bahkan perkantoran pemerintah ini membuat Pemerintah Kota Balikpapan menerbitkan surat edaran berupa pembatasan sementara kegiatan masyarakat selama 3 hari. Dasarnya mengacu pada Instruksi Presiden RI Nomor 6 Tahun 2020.

Cepatnya penyebaran Covid-19 di Balikpapan ditengarai akibat pengawasan atas protokol kesehatan yang selama ini dinilai kurang maksimal. Pemkot Balikpapan pun bergerak cepat dengan memcanangkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Balikpapan terkait hal tersebut, yang rencananya akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Rencana penerbitan Perwali tersebut dikonfirmasi oleh Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh. Menurutnya, Perwali tersebut harus berlaku efektif dan dengan pengawasan yang ketat.

“Sewaktu rapat pembahasan, saya menyampaikan agar perwali tidak mandul, maka diiringi dengan pengawasan yang ketat,” ujarnya, pada Jumat (14/8/2020).

Ia menambahkan, penegakkan regulasi daerah terkait protokol kesehatan tersebut dibutuhkan pengerahan petugas tak hanya dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) saja, tetapi juga dibantu oleh TNI-Polri.

“Dibantu juga oleh TNI dan Polri. Biayain, bayar, kasih honor, kenapa tidak? Kan boleh dianggarkan, boleh menggunakan dana tidak terduga,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar tersebut menilai, lebih baik melakukan pengetatan protokol kesehatan ketimbang menghentikan sektor usaha. Walau pun hanya berlaku sementara.

“Sanksi yang diberikan terkait pelanggar protokol kesehatan juga harus diperhatikan,” tuturnya.

Untuk diketahui, surat edaran pembatasan sementara kegiatan masyarakat ditandatangani Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pada 12 Agustus 2020. Berlaku mulai hari ini atau Jumat 14 Agustus hingga Minggu 16 Agustus 2020.

Sektor jasa seperti usaha kuliner mulai warung makan atau restoran, kafe dan angkringan tidak diperkenankan melayani konsumen yang ingin makan di tempat. Cuma dianjurkan untuk pelayanan kemasan dibawa pulang.

Bahkan kawasan kuliner dan area publik lainnya seperti Dome, Melawai, Lapangan Merdeka dan Taman Bekapai serta Stadion Batakan dan sarana olahraga turut ditutup hingga 3 hari. [*/hfd]

Previous articleEmbarkasi Haji Jadi Tempat Alternatif Rujukan Pasien Positif Covid-19
Next articlePantai Manggar Kejar Rp 500 Juta, untuk Penuhi Target PAD Rp 1,5 M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.