Home DPRD Balikpapan Ketua DPRD Balikpapan Tinjau Banjir di MT Haryono

Ketua DPRD Balikpapan Tinjau Banjir di MT Haryono

65
0

Oleh: Harry F. Darmawan

Merosot jumlah APBD Kota Balikpapan selama 4 tahun terakhir dari Rp3, 2 triliun hingga 2021 yang diperkirakan tinggal Rp 1,9 triliun saja menyulitkan Balikpapan menangani persoalan banjir.

Belum lagi dampak Covid-19 yang dirasakan, ikut memotong alokasi jumlah Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus, dan Dana Alokasi Umum bagi daerah termasuk Balikpapan.

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengakui keterbatasan anggaran daerah guna penanganan infrastruktur banjir atau pembangunan jalan butuh campur tangan APBN.

”Jadi selain jalan (rencana pembangunan flyover Simpang Rapak), yang perlu menjadi perhatian adalah banjir. Kalau mengandalkan APBD Balikpapan terbatas karena APBD Balikpapan itu hanya murni dari (sektor) jasa. Beda dengan kabupaten/kota lain yang punya tambang, emas, punya batu bara, punya minyak,” katanya saat meninjau banjir yang terjadi di MT Haryono, pada Jumat (6/11/2020).

Meski keuangan pusat menurun, Politisi Golkar ini yakin paslon Rahmad-Thohari bisa membuka akses agar Balikpapan mendapatkan bantuan infrastruktur yang memadai.

“Mudah-mudahan wali kota yang baru nanti bisa ekspansi ke pusat maupun provinsi. Untuk mencari anggaran itu,” harapnya.

Di sisi lain, Pemkot juga harus mampu melakukan diversifikasi pendapatan dengan menggenjot sektor yang memiliki potensi PAD seperti pariwisata, perhotelan, serta dari sektor UMKM, dan sektor-sektor lainnya.

Sementara untuk anggaran yang dibutuhkan untuk menanggulangi titik banjir di Balikpapan sekitar Rp 350-450 miliar. Katanya, penanganan banjir masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek dan Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

”Tiap tahun dianggarkan, kita telah menyicil penyelesaian titik-titik banjir. Terutama di tahun 2019. Tapi utamanya penanganan banjir itu normalisasi Sungai Ampal, yang sampai saat ini belum selesai, “ujarnya.

Pemkot Balikpapan mengklaim sudah menangani 43 titik banjir dari 51 titik banjir di 2019 lalu. [*]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.