Home DPRD Balikpapan Keluhan Pemasangan PDAM Mendominasi di Reses Taufiq

Keluhan Pemasangan PDAM Mendominasi di Reses Taufiq

182
0

Oleh: Harry F. Darmawan

Permasalahan mendapatkan air bersih, infrastruktur, serta Penerangan Jalan Umum (PJU) masih menjadi keluhan warga di Balikpapan Barat. Hal tersebut diungkapkan warga saat menghadiri Reses anggota DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, di Masa Persidangan III Tahun 2020.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Jalan Al Falah (Jalan Kilat), Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Bukan hanya terkait PDAM, warga juga mengeluhkan banyaknya PJU yang sudah tidak berfungsi, serta mengeluhkan perbaikan infrastruktur, salah satunya drainase.

Taufik menuturkan, untuk saat ini dirinya memfokuskan penyelesaian masalah di Baru Ilir. Memang awalnya khusus di Jalan Alfalah, namun saat ini sudah merambah di 63 Rukun Tetangga (RT) yang ada di Baru ilir.

“Ya saya akan mengawal dan memperjuangkan untuk kemajuan di Balikpapan Barat, khususnya di Baru Ilir. Walaupun masih ada beberapa RT yang belum maksimal, tapi di Baru Ilir harus punya kemajuan pesat dan luar biasa,” kata Taufik, pada Sabtu (7/11/2020).

Untuk pemasangan baru PDAM sudah tidak menggunakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai syarat untuk mengajukan pemasangan baru, cukup dengan menggunakan surat keterangan dari Kelurahan dan Kecamatan disertai keterangan domisili yang benar.

Hal tersebut sudah diumumkan oleh pihak PDAM sejak 2019 lalu, di mana IMB tidak lagi menjadi syarat untuk penyambungan baru. Sejauh ini program di Balikpapan Barat sudah sebagian berjalan dan perlu ditegaskan kembali pemasangan PDAM hanya memerlukan referensi dari Kelurahan dan Kecamatan, tidak lagi menggunakan IMB.

“Warga saya sendiri juga masih banyak yang tidak memiliki IMB, terutama rumah yang berada di perbukitan, tentunya IMB tidak bisa jadi dikarenakan rawan longsor,” tambahnya.

Selain keluhan terkait PDAM, warga juga mengusulkan tentang pembangunan balai pertemuan yang mana sampai saat ini warga Jalan Al Falah belum memiliki balai pertemuan.

“Sudah kita usulkan ke Pemerintah Kota Balikpapan tentang balai pertemuan tersebut. Rencananya, eks pos pemadam kebakaran dan pemilah sampah akan dibangun balai pertemuan, semoga bisa terealisasi secepatnya,” tandasnya.

Taufik juga meminta warga untuk bersabar jika usulan pembangunan infrastruktur belum bisa terpenuhi di anggaran 2020. Pasalnya, anggaran pembangunan infrastruktur di tahun 2020 di-re-focusing untuk penanganan Covid-19 yang terjadi di Balikpapan.

“Semua aspirasi yang masuk sudah saya tampung, saya akan kawal dan perjuangkan agar dapat direlasisasikan. Namun semua itu pasti ada tahapan dan proses,” pungkasnya. [*]

Previous articlePelaku UMKM Minta Lebih Diperhatikan di Tengah Pandemi
Next articleTidak Semua Buruk, Tidak Semua Baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.