Home DPRD Balikpapan Keterbatasan Air Baku, Fadlianoor Usulkan Ambil dari Sungai Mahakam

Keterbatasan Air Baku, Fadlianoor Usulkan Ambil dari Sungai Mahakam

61
0

BALIKPAPAN – Ketersediaan air baku masih menjadi masalah di Kota Minyak. Pusat bisnis di Kalimantan Timur ini masih menggunakan air hujan yang ditampung dan direvitalisasi sebagai sumber air bersih.

“Kita cuma punya air tadah hujan. Ketika air hujan itu enggak ada, maka Balikpapan akan kekeringan. Kita hanya mengandalkan Waduk Manggar dan alhamdulillah, sekarang ada Waduk Teritip,” kata anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Fadlianoor saat reses, beberapa waktu lalu.

Dengan adanya keberadaan Waduk Teritip, maka pasokan air bersih bagi masyarakat Balikpapan bertambah. Bendungan ini dimulai pembangunannya pada tahun 2014 dan selesai pembangunannya pada akhir 2016 lalu.

Bendungan tersebut dapat menambah pasokan air baku Kota Balikpapan sebesar 250 liter per detik dari 1.000 liter per detik yang dipasok dari Bendungan Manggar. Kebutuhan air baku Kota Balikpapan sendiri mencapai 1.600 liter per detik.

“Waduk Teritip itu akan dialirkan ke timur dan selatan, sementara Manggar bisa menyalurkan ke daerah barat dan utara. Tengah dan kota bisa dibagi. Ada sedikit harapan untuk bisa menambah,” tambah anggota DPRD dapil Balikpapan Utara.

Saat ini, Fadlianoor menambahkan, daftar tunggu pemasangan air PDAM telah mencapai enam ribu. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak PDAM terkait masalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat itu.

“Kami sudah koordinasi dengan Dirut PDAM, bahwasanya harapan terbesar kita adalah mengambil air dari waduk nasional yang saat ini tengah dibangun di Semoi. Tapi itu belum ada pekerjaannya juga,” terangnya.

Oleh karena itu, DPRD Kota Balikpapan mengusulkan untuk penambahan pasokan air baku bisa diambil dari Sungai Mahakam. Hal ini berdasarkan sejumlah pertimbangan, di antaranya, air Sungai Mahakam yang tidak pernah habis.

“Kalau toh bisa diambil dari (Sungai) Mahakam mengapa tidak? Walaupun angkanya besar, tapi bisa menyelesaikan masalah air di Balikpapan,” tegasnya.

Permasalahan air bersih ini harus segera dituntaskan. Hal ini mengingat Kota Balikpapan akan menjadi teras ibu kota negara baru.

“Sebagai teras ibu kota harus siap segala sesuatunya, seperti air. Kondisi Balikpapan dengan 700 ribu penduduk, tapi airnya kurang. Nanti kalau ada dropping dari pusat, jadi teras ibu kota, lebih dari satu juta penduduk atau hampir dua juta, apa enggak kelabakan kita kalau enggak disiapkan dari sekarang,” urainya.

Untuk menyelesaikan masalah itu, pihaknya berharap kondisi keuangan daerah membaik. Kemudian, ada dukungan dari DPRD Pusat dan Provinsi dalam bentuk subsidi sehingga pihaknya bisa menganggarkan untuk pengambilan air bersih dari Sungai Mahakam.

“Saya berharap dari Sungai Mahakam. Karena kalau Sungai Mahakam tidak ada habisnya, meski mahal tapi selesai,” tandasnya. (*/dah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.