Home DPRD Balikpapan Soal Vaksinasi, Ardiansyah Berharap Guru Diprioritaskan

Soal Vaksinasi, Ardiansyah Berharap Guru Diprioritaskan

57
0

PROGRAM vaksinasi Covid-19 sudah berjalan dan berlangsung secara bertahap. Saat ini, pemberian vaksin untuk merangsang pembentukan imunitas ini telah dua kali dijalankan.

Salah satu kelompok masyarakat yang menerima vaksinasi adalah pendidik dan tenaga pendidik. Pemerintah Pusat menargetkan sebanyak 5 juta pendidik maupun tenaga pendidik yang mendapatkan vaksin.

Hal itu mengingat dunia pendidikan Indonesia juga mengalami dampak luar biasa dengan adanya pandemi Covid-19. Aktivitas di sekolah berhenti total, kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diharapkan menjadi solusi malah menimbulkan keresahan.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Ardiansyah. Pembelajaran tatap muka yang tak kunjung dilaksanakan membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah.

“Di kampung, tempat tinggal saya, itu saja sudah meresahkan. Anak-anak itu sudah malam tapi masih keluar. Karena enggak ada kegiatan sekolah, jadi cari kegiatan di luar rumah,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (22/3/2021) siang.

Jika hal itu terus berlangsung, lanjutnya, dirinya khawatir hal ini akan menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang bodoh. Materi yang disampaikan guru dalam PJJ atau pembelajaran daring tidak bisa diserap semua oleh pelajar.

“Kalau belajar daring, mana bisa menyerap. Bisa 24 persen saja sudah hebatlah serapannya. Banyak hal yang enggak bisa dapat,” tegas anggota DPRD Balikpapan dapil Balikpapan Tengah ini.

Oleh karena itu, interaksi dengan teman dan guru sangat penting dalam mendukung proses pendidikan. Sekolah tatap muka pun diharapkan bisa segera dibuka kembali. Vaksinasi terhadap guru menjadi salah satu cara agar hal itu dapat direalisasikan.

Seperti diketahui, kelompok usia 31-51 tahun berisiko tinggi terpapar Covid-19. Sementara terhadap anak umumnya kasus tidak bergejala. Selain itu, risiko penularan lebih tinggi diakibatkan kegiatan luar aktivitas sekolah

“Kalau guru divaksin semua, tatap muka kemungkinan besar bisa dilakukan. Saya dengar tenaga pendidik di Balikpapan ini hanya 20 persen saja dari sekitar 70 ribu tenaga pengajar. 20 persen itu cuman berapa,” ujarnya.

Oleh karenanya, dia berharapa pemerintah lebih memprioritaskan guru. Hal ini untuk meningkatkan kembali nilai akademis pelajar yang turun sejak diterapkannya PJJ.

“Saya berharap guru-guru divaksin semua, supaya sekolah bisa kembali beroperasi. Saya berharap pemerintah kita prioritaskan guru-guru. Kalau perlu minta ke pusat. Mau diapakan negeri ini jika bodoh semua. Ini PR kita semua,” tutupnya. [*/dah]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.