Home DPRD Balikpapan DPRD Balikpapan Kaji Rencana Pembangunan Taman Safari di Balikpapan

DPRD Balikpapan Kaji Rencana Pembangunan Taman Safari di Balikpapan

119
0

Komisi III DPRD Kota Balikpapan saat ini tengah menindaklanjuti kajian pustaka yang sebelumnya sudah ada sebagai penyempurnaan naskah akademik terkait wacana pembangunan kebun binatang di kota Balikpapan.

Naskah akademik ini bertujuan guna memperkuat kembali wacana pembangunan kebun binatang. Maka sebagai penyempurna, Komisi III DPRD Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja ke Taman Safari Bogor.

“Kami berkunjung ke Taman Safari Bogor untuk konsultasi dan konferensi. Dan ternyata potensi taman safari luar biasa,” ucap Koordinator Komisi III DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle, pada Sabtu (27/3/2021).

Wakil rakyat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan ini mengemukakan, Taman Safari Bogor seluas sekitar 260 hektare yang terpakai lahannya hanya 20 persen. Sedangkan Kebun Binatang Ragunan jauh lebih baik daripada taman safari, karena masih mengandalkan subsidi dari Pemerintah Kota DKI Jakarta.

“Anda bisa bayangkan informasi yang kami dapatkan di sana, pengunjung dalam satu bulan sebelum Covid 19 sebanyak 1,7 juta orang pengunjung. Biaya retribusi masuk ke sana bervariasi harganya mulai 175 ribu Rupiah sampai 200 ribu Rupiah. Potensial memang,” jelasnya.

Ditambahkannya, rekomendasi yang diperoleh dari dua tempat ini akan bersama-sama dikaji untuk peningkatan penyempurnaan naskah akademik dengan berdasarkan konferensi yang ada.

“Inilah yang nanti kami sampaikan kepada tim analisa daripada naskah akademik di Universitas Brawijaya. Mudah-mudahan dalam naskah akademik ini dapat ditingkatkan menjadi sebuah Peraturan Daerah,” urai politisi partai Gerindra tersebut.

Menurutnya, adanya pembangunan kebun binatang merupakan gagasan yang luar biasa. Apalagi Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibukota Negara, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Balikpapan. Oleh karenanya, perlu penyempurnaan termasuk dengan kebun binatang.

“Tergantung nanti kajian yang direkomendasikan ke universitas lebih mengarah ke kebun binatang atau taman safari. Bisa saja keduanya, naskah akademik kami kebun binatang, tetapi tidak menutup kemungkinan kajian ke taman safari, karena kami masih melihat nilai potensialnya,” paparnya.

Terkait dengan lokasi untuk kebun binatang ini, Sabaruddin menyampaikan, Balikpapan mempunyai potensi untuk lokasi ini, hanya saja belum mendalami dan menggali secara maksimal.

“Peluang itu ada, kalau kami tidak mulai sekarang, siapa lagi yang memulai. Maka kajian ini yang akan kami rampungkan sesegera mungkin dengan naskah akademik kami,” katanya.

Kajian kebun binatang yang sempat terhenti sekitar tahun 2018 ini memiliki nilai potensial yang perlu digali di Kota Balikpapan untuk menjadi naskah akademik.

“Memang semua tergantung dari kekuatan keuangan, kami juga tidak terlepas mencari pihak ketiga, siapa yang akan mau berpartisipasi menjadi pihak ketiga,” pungkasnya. [*]

Previous articleSoal Vaksinasi, Ardiansyah Berharap Guru Diprioritaskan
Next articleTolak Kebijakan Zona Zero Tolerance, Warga Datangi DPRD Balikpapan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.