Home News Pentingnya Mengenal Penyebab dan Proteksi Kebakaran

Pentingnya Mengenal Penyebab dan Proteksi Kebakaran

591
0

INDONESIA dikejutkan dengan kabar yang datang dari Indramayu, Jawa Barat. Pada Senin (29/3/2021) sekira pukul 00.30 WIB, kilang minyak milik PT. Pertamina RU VI Balongan mengalami kebakaran. Kebakaran berimbas pada padamnya sambungan listrik yang dialami 1.078 pelanggan.

Kejadian ini mengingatkan pada peristiwa serupa yang terjadi di kilang milik Pertamina RU V Balikpapan. Diketahui, sejak tahun 2019 sudah tiga kali terjadi kebakaran di area kilang Pertamina Balikpapan.

Kejadian pertama terjadi pada Kamis (15/8/2019) lalu. Kebakaran yang terjadi selama 2,5 jam tersebut diduga berasal dari adanya kebocoran pipa penyaluran kilang pengolahan minyak mentah.

Sedangkan yang kedua terjadi pada Jumat (19/6/2020). Area yang terbakar saat itu ialah Hydrocracker Unit Plant 3B, sebuah fasilitas pemisahan bahan baku sekunder seperti minyak gas oil, menjadi minyak diesel, minyak tanah, dan jet fuel atau bahan bakar pesawat terbang.

Dan yang terbaru, terjadi pada Jumat (26/3/2021) kemarin. Percikan api pertama muncul di area cooler box (bak pendingin air). Percikan itu diperkirakan terjadi pukul 08.42 WITA, dan memakan waktu 25 menit untuk memadamkan api tersebut, dengan mengerahkan empat armada trailer foam.

Lalu, apa yang membuat kilang rentan terhadap bahaya kebakaran? Berikut kami ulas.

PENYEBAB KEBAKARAN

Ada banyak kajian ilmiah yang membahas mengenai apa saja penyebab terjadinya kebakaran. Contohnya yakni kajian yang dilakukan oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) — yang kini berubah nama menjadi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) — pada tahun 2002.

Dalam kajian tersebut, setidaknya ada 3 penyebab utama terjadinya kebakaran, yaitu faktor manusia atau SDM, faktor teknis dan faktor alam. Faktor manusia umumnya berkaitan dengan kelalaian atau sikap acuh baik dari pekerja maupun pengelola pada pencegahan kebakaran.

Selanjutnya faktor teknis. Faktor ini terbagi menjadi 3 proses, seperti proses fisik atau mekanis, di mana timbulnya panas akibat kenaikan suhu atau timbulnya panas akibat dari pengetasan benda-benda, maupun adanya api terbuka. Lalu ada proses kimia, yang erat kaitannya dengan pengangkutan bahan-bahan kimia berbahaya, penyimpanan, dan penanganan (handling) tanpa memperhatikan petunjuk-petunjuk yang ada. Dan proses melalui tenaga listrik, yang umumnya terjadi karena hubungan arus pendek sehingga menimbulkan panas atau bunga api, dan menyalakan atau membakar komponen yang lain.

Sedangkan faktor alam bersinggungan dengan adanya bencana atau fenomena alam seperti gunung meletus atau petir. Kebakaran kilang Pertamina RU VI Balongan yang belum padam sampai artikel ini ditulis, diduga disebabkan adanya sambaran petir pada tangki T-301G.

PROTEKSI PENCEGAH KEBAKARAN

Guna mencegah terjadinya kebakaran, baik di area rentan seperti kilang atau di rumah tangga, setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan. Yang pertama, adanya instalasi penyalur petir. Kebakaran akibat sambaran petir yang terjadi di Balongan seharusnya menjadi peringatan bagi pihak industri agar memasang instalasi penyalur petir.

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER/02/MEN/1989, instalasi penyalur petir ialah seluruh rangkaian penyalur petir yang terdiri dari penerima (Air Terminal/Rod), penghantar (Down Conductor), elektroda bumi (Earth Electrode), dan perlengkapan lainnya yang berfungsi menangkap muatan petir dan menyalurkannya ke bumi.

Kedua, adanya poster-poster peringatan bahaya kebakaran. Untuk level industri, poster-poster ini harus diletakkan di tempat yang mudah dilihat dan tersebar di seluruh area kerja. Sedangkan di level rumah tangga, poster peringatan seperti “Jangan Lupa Matikan Kompor dan Cabut Perangkat Elektronik Saat Bepergian” penting untuk dipasang dan diterapkan.

Dan yang ketiga, tersedianya alat pengendali kebakaran seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Hidran, yaitu sistem pemadam kebakaran yang menggunakan air bertekanan.

***

Dengan mengenal penyebab dan proteksi kebakaran, fenomena kebakaran yang terjadi, baik di area rentan maupun di rumah tangga, bisa semakin diminimalisir.

Kalau punya waktu luang, kita bisa juga ikut pelatihan pemadaman kebakaran yang berskala kecil. Dengan begitu, bila sewaktu-waktu muncul percikan api di sekitar kita, kita tidak mudah panik dan dapat mengantisipasi membesarnya api tersebut. [*]

Previous articleTolak Kebijakan Zona Zero Tolerance, Warga Datangi DPRD Balikpapan
Next articleDPRD Soroti Tingginya SILPA pada Rapat Paripurna LKPJ Anggaran 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.