Home Article Korban Multitafsir UU ITE Bertambah Lagi, Polri Wajib Beri Sosialisasi

Korban Multitafsir UU ITE Bertambah Lagi, Polri Wajib Beri Sosialisasi

30
0

Oleh: Harry F. Darmawan

CELAH hukum yang terdapat di UU ITE kembali merenggut korban baru. Kali ini menimpa perempuan asal kota Surabaya, Stella Monica. Ia terpaksa menjalani persidangan karena dituding mencemarkan nama baik salah satu klinik kecantikan.

Sebelumnya ia dilaporkan oleh pihak klinik kecantikan ke polisi setelah mengunggah cerita tentang pengalamannya menjalani perawatan di klinik tersebut di media sosial miliknya.

Pihak klinik kecantikan memperkarakannya secara hukum melalui pasal-pasal mengenai pencemaran nama baik yang terdapat di dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Stella sendiri mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (14/4/2021). Perempuan itu dilaporkan ke polisi dengan jeratan pasal 27 ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Stella (26 tahun) ingin merawat kulit wajahnya. Stella lalu memilih mengunjungi salah satu klinik kecantikan di wilayah Surabaya. Ia sebenarnya pernah jadi konsumen klinik tersebut sejak Maret-September 2019 lalu dan memakai obat klinik sampai dengan Oktober. Bencana pun hadir saat ia mengeluhkan hasil perawatannya pada 27 Desember 2019 lalu di fitur Instagram Story miliknya.

Saat itu, Stella membagikan keluhannya yang berisi tangkapan layar percakapannya saat curhat ke salah satu dokter kulit. Dirinya mengaku, sebelum memulai perawatan ke klinik kecantikan tersebut, biasanya dia ke dokter kulit yang dicurhatinya ini. Stella cuma bertanya, kenapa mukanya jadi begitu sekarang. Kulit wajahnya mengalami iritasi hingga menjadi peradangan. Iritasi parah yang dialaminya dapat dilihat dari potret yang diambil, saat Stella membuat video permintaan maaf kepada pihak klinik. Tampak wajahnya yang penuh ruam merah, mulai dari kedua pipi hingga keningnya.

1
2
3
4
Previous articleDewan Minta Pemkot Balikpapan Tindak Tegas 163 Minimarket Tak Berizin Operasional
Next articleBahas Dua Raperda, DPRD Sampaikan Nota Penjelasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.