Home DPRD Balikpapan Selasa, Rapat Pansus Perumda dan Telusuri Aset Perumda

Selasa, Rapat Pansus Perumda dan Telusuri Aset Perumda

133
0

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar rapat panitia khusus (Pansus) pengawasan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Manuntung Sukses di ruang rapat, diagendakan Selasa (29/6/2021).

Anggota pansus Syukri Wahid, mengatakan, panitia menindaklanjuti informasi yang menyebutkan bahwa Perumda Manuntung Sukses memiliki aset tanah yang cukup luas di salah satu kawasan pengembangan perumahan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Kita akan fokus untuk menelusuri aset milik Perumda dan kita juga akan mempertanyakan bagaimana kinerja Perumda dalam menjalankan unit bisnis mereka. Besok kita akan menggelar rapat dengan jajaran direksi dan pengelola unit bisnis,” kata Anggota Pansus Perumda DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid kepada media, Senin (28/6/2021).

Syukri juga menyampaikan, untuk melihat langsung keberadaan lahan tersebut, pihaknya juga akan mengagendakan untuk melakukan kunjungan lapangan ke lokasi tanah milik Perumda di Kabupaten Maros, Sulsel.

Padahal posisinya berada di kawasan pengembangan perumahan. Berdasarkan informasi awal yang diterima, lahan yang sudah dimiliki sejak tahun 80an tersebut masih dalam kondisi kosong.

“Informasinya, tanahnya cukup luas yang sudah ada dimiliki oleh Perumda sejak tahun 80-an, namun dibiarkan kosong sehingga sangat disayangkan, kita berencana akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat keberadaan aset Perumda termasuk yang ada di Maros,” ujarnya.

Sementara itu, politisi fraksi PKS ini mengungkapkan, pansus akan meminta salinan sertifikat kepemilikan lahan tersebut sebagai acuan untuk menelusuri keberadaan aset milik Perumda.

“Besok, rencananya kami akan diberikan salinan sertifikatnya, tapi informasinya lahan tersebut dikuasai oleh Direktur sebelumnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, bukan itu saja, pihaknya juga sudah meminta salinan deposito tabungan milik Perumda yang disebutkan mencapai Rp 16 miliar, yang akan dipergunakan untuk menyelidiki dana yang dihasilkan dari deposito tersebut sebagai penghasilan non operasi selama 3 tahun terakhir, yang capaian ternyata bisa sampai Rp 1 miliar lebih. [*/to]

Previous articleDPRD Balikpapan Pertanyakan Soal Zonasi
Next article75 Tahun Korps Bhayangkara: Optimalkan Pelayanan, Tegakkan Marwah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.