Home DPRD Balikpapan Anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah, Berharap Pemerintah Kurangi Berita Covid-19

Anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah, Berharap Pemerintah Kurangi Berita Covid-19

54
0

Membatasi informasi atau berita dan memilah mana yang layak dipublikasikan, untuk bisa membantu mengurangi kecemasan pasien Covid-19 dan masyarakat Kota Balikpapan. Kecemasan juga bisa dikurangi dengan meningkatkan imunitas secara fisik maupun psikis.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta pemerintah mengurangi publikasi seputar Covid-19 di Kota Balikpapan yang dinilai menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Anggota Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ardiansyah mengatakan, pemerintah setempat memiliki kewajiban untuk dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan bagi masyarakat. Penanganan dalam menangani wabah Covid-19 ini juga harus ada ketenangan yang bisa diberikan oleh pemerintah. Seperti, berita seputar kasus positif dan kematian akibat Covid-19.

“Seharusnya pemerintah mengeluarkan berita-berita yang membuat masyarakat merasa aman bukan sebaliknya. Dan yang membuat Covid-19 ini semakin banyak karena psikologis kita diserangnya dan imun kita semakin turun,” kata Ardiansyah, pada Selasa (14/7).

Ardiansyah juga menyampaikan, pemerintah agar lebih sering membuat pemberitaan seputar kesembuhan pasien Covid-19. Termasuk mencegah mereka dari produksi berlebihan di masa pandemi yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya. Dan meyakinkan berita seputar kesehatan akan meningkatkan imun masyarakat.

“Agar imun kita meningkat dan masyarakat tidak terlalu khawatir, seharusnya yang dibagikan itu berita kesembuhan hanya persentase berapa persen. Padahal kan tingkat kesembuhan juga tinggi. Jangan juga berita orang meninggal dan orang tertular saja,” ucapnya.

Sementara itu politisi fraksi PPP ini juga mengungkapkan, dirinya belum menyadari jika cara penyampaiannya menimbulkan ketakutan terhadap masyarakat. Apalagi PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah semakin membuat perekonomian masyarakat tertekan. Dan dengan kebijakan protokol kesehatan (Prokes) sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19.

“Itu malah membuat masyarakat semakin takut. Kasihan dong masyarakat, yang harusnya kan dibangkitkan semangatnya. Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi, meski niatnya agar masyarakat waspada. Bukan begitu caranya menurut saya,” ungkapnya. [*/to]

Previous articleImbas PPKM Darurat, DPRD Balikpapan Batasi Kunker Anggotanya
Next articleDPRD Balikpapan Tiadakan Sementara Rapat Paripurna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.