Home DPRD Balikpapan Dampak Sekolah Daring, Pelajar Kecanduan Game Online

Dampak Sekolah Daring, Pelajar Kecanduan Game Online

77
0

PERLU KOMBINASI BELAJAR DARING DAN TATAP MUKA

Masih berlakunya belajar melalui sistem daring, khusus untuk pelajar SD, SMP dan SMA membuat kecendrungan anak-anak meluangkan waktu untuk bermain game online.

Aktivitas itu juga mejadi tanggapan DPRD Kota Balikpapan, karena para orangtua anak segera bisa belajar ke sekolah.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang mengatakan, utuk pendidikan kedepan kita harus ada inovasi yang kita lakukan sehubungan dengan situasi yang belum menentu. Satu contoh mungkin kita orang tua harus bisa aktif mengawasi anak-anak yang saat ini sudah mulai sedikit over dalam penggunaan gadget-nya, ini juga salah satu kekhawatiran kita.

“Karena gadget ini juga ada pengaruhnya luar biasa terhadap tingkah laku anak-anak kita di rumah yang kita tidak sadar ini juga semakin lama akan semakin berbahaya,” kata Parlindungan Sihotang, kepada media, belum lama ini.

Dia juga menyampaikan, jadi harapan kita harus ada kombinasi lah nantinya ke depan, daring dengan tatap muka walaupun dengan sistem mungkin bertahap, beberapa orang di satu titik di mana yang terdekat di rumah-rumahnya, perlu ada pemetaan.

“Misalnya satu contoh suatu tempat ada 5 orang yang tinggal di situ itu di kelompok, ya sudah 5 orang untuk tatap muka kapan dengan durasi yang singkat,” ucapnya.

Politisi fraksi Nasdem juga mengungkapkan, untuk melaksanakan ini juga berarti guru-guru itu perlu ada insentif juga, karena bagaimanapun mereka juga pasti akan mengeluarkan biaya ekstra untuk melaksanakan program tatap muka ke beberapa tempat.

“Ini juga menjadi perhatian dari Kepala-kepala Dinas, juga Komisi IV untuk mencoba mendorong agar para guru bisa diberikan tambahan khusus juga bisa bekerja dengan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Lanjutnya, semua guru baik honor maupun ASN, guru harus tetap mengajar, karena penggunaan gadget yang berbahaya artinya perlu ada pembatasan anak-anak makanya perlu ada kombinasi antara daring dengan tatap muka.

“Bagaimana caranya kita agar coba diskusikan dengan semua pihak termasuk pemerhati sekolah, orang tua murid dan lembaga-lembaga yang membidangi pendidikan,” tambahnya.

Kita mesti bersama-sama tidak bisa hanya Komisi IV atau Kepala Dinas Pendidikan atau Wali Kota, harus sama-sama supaya lebih matang. [*/to]

Previous articlePansus DPRD Balikpapan Usulkan Subsidi untuk BPJS Gratis
Next articleDampak Pandemi Covid-19, APBD 2022 Diproyeksi Defisit Rp 412 Miliar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.