Home DPRD Balikpapan Gedung DPRD Batal, Karena Tidak Sesuai DED

Gedung DPRD Batal, Karena Tidak Sesuai DED

73
0

Gedung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang terletak di kawasan Jalan Jenderal Sudirman ini setiap hari sering dikunjungi tamu, baik dari Balikpapan maupun dari luar daerah. Apalagi Balikpapan sebagai penyanggah Ibu Kota Negara (IKN) seharusnya bangunan lebih baik lagi. Pasalnya kondisi Gedung DPRD Balikpapan saat ini, dianggap sudah tidak layak lagi dibanding milik kabupaten/kota lainya di Kaltim. Dan beberapa bagian gedung sudah tidak memadai lagi.

Kini rencana proyek perluasan gedung Kantor DPRD Kota Balikpapan senilai Rp 17,5 miliar dibatalkan. Awalnya dibuat di lokasi kantor Satpol PP, namun pihak DPRD mengusulkan perluasan di sekitar gedung yang sudah ada pertimbangan ketersediaan anggaran. Pembatalan tersebut dilakukan karena Detail Engineering Design (DED) yang telah dibuat tidak sesuai.

Anggota Badan Anggaran DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, syaratnya harus terlebih dahulu melakukan penghapusan terhadap DED yang sudah ada persetujuan dari Wali Kota. Dan tidak bisa mewujudkan kegiatan yang dikembangkan terkait dengan DED yang sudah dibuat sebelumnya.

“DED sudah ada di kantor Satpol PP dan tidak boleh dibangun di tempat yang berbeda dan jadi kendala kita di DED. Kita tidak bisa melacak DED. Kalau menghapus DED harus minta persetujuan wali kota. Iya kalau wali kota mau,” katanya kepada media, Selasa (24/8).

Dia juga menyampaikan, hal itu mengakibatkan para anggota dewan yang berkantor harus dalam kondisi berdesakan. Ruangan rapat gabungan dan rapat paripurna yang sudah tidak mencukupi untuk menampung para anggota dewan beserta undangan yang hadir. Dan kondisi gedung dewan saat ini sudah masuk kategori kelebihan kapasitas.

“Bisa coba lihat di ruangan komisi, sejujurnya kalau dibilang butuh kami sangat butuh. Kapasitas ruangan sudah tidak cukup. Begitu ada tamu datang 5-10 orang sudah tidak muat. Ini dasar kami meminta melebarkan,” ucapnya.

Dan politisi fraksi Golkar ini juga mengungkapkan, untuk menyikapi keterbatasan kapasitas gedung DPRD Balikpapan, berdasarkan hasil Badan Anggaran. “Nilai proyek untuk proyek tersebut tercatat mencapai Rp 2,5 miliar dan sementara hanya akan dilakukan perbaikan terhadap kondisi bangunan sudah ada,” ungkap Alwi. [*/to]

Previous articleDPRD Dorong Pemanfaatan SILPA untuk Covid-19
Next articleBPK Pertanyakan Dinsos Soal Bansos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.