Home DPRD Balikpapan PAD Balikpapan di Sektor Pariwisata Menurun

PAD Balikpapan di Sektor Pariwisata Menurun

24
0

SYUKRI: DPRD AKAN EVALUASI RETRIBUSI PAD PANTAI MANGGAR

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, menyampaikan bahwa kemungkinan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan di sektor Pariwisata akan menurun.

Anggota DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid mengatakan, hal ini dilihat dari asumsi destinasi wisata alam di Pantai Manggar Sagara Sari yang sampai saat ini baru Rp 1,2 miliar. “Targetnya itu Rp 1,9 miliar, sisa tiga bulan lagi, persoalannya apakah restribusi tercapai atau tidak,” kata Syukri Wahid, pada Senin (13/9/2021).

Dia juga menyampaikan, karena hal itu, maka postur perubahan anggaran yang akan dibahas kemungkinan akan melakukan evaluasi restribusi di bidang pariwisata. “Boleh jadi restribusi akan dievaluasi, termasuk pantai Manggar,” sambungnya.

Meski direncanakan menurunkan restribusi pariwisata, Syukri menyebut, ada dana yang tetap dialokasikan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2021 untuk bidang pariwisata.

“Program baru untuk Dinas Pariwisata sekitar Rp 3 miliar. Untuk Pantai Manggar Rp 1,6 miliar, yaitu pembuatan gapura dan area parkir juga akan diperbaiki untuk menunjang destinasi pantai Manggar,” jelasnya.

Juga akan merubah patung Beruang Madu yang tumbang, nanti akan diganti dengan ikon baru, yang ada di daerah pesisir.

“Proyek patung Beruang Madu yang tahun lalu, nah itu kita tanyakan. Itu juga nanti akan diganti dengan proyek ikon baru, seperti ikan pesut,” ucapnya.

Politisi fraksi PKS itu menilai bahwa Wisata Alam Pantai Manggar punya potensi mendongkrak PAD Balikpapan. Sehingga diperlukan anggaran untuk menjadikan Pantai Manggar tetap menjadi tempat berkunjung masyarakat Kota Balikpapan.

“Kita liat potensinya Pantai Manggar kan pernah sebelum pandemi Covid-19 mencapai Rp 4 miliar,” ucap Syukri Wahid.

Yang krusial juga berupa ancaman abrasi di pinggiran Pantai Manggar, nanti Dinas Pariwisata akan bersurat ke DPU.

“Biaya akan diambilkan dari dana tak terduga, karena inikan bencana ya,” terang Syukri. [*/to]

Previous articlePembahasan APBD-P 2021 Semakin Dekat
Next articleAlwi: Ada Anggaran Perubahan Rp 20 Miliar untuk Penanganan Banjir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.