Home DPRD Balikpapan Abdulloh: Pengesahan APBD-P 2021 Menunggu Evaluasi Gubernur Kaltim

Abdulloh: Pengesahan APBD-P 2021 Menunggu Evaluasi Gubernur Kaltim

60
0

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyepakati APBD-P 2021 melalui rapat paripurna Penyampaian Pandangan Akhir Fraksi-fraksi DPRD Kota Balikpapan, pada Kamis (23/9/2021) siang. Hasil berita acara kesepakatan ini selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk disetujui Gubernur Kaltim sebelum akhir bulan September.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh yang didampingi Wakil Ketua DPRD Budiono, Sabaruddin, dan Subari, serta dihadiri anggota juru bicara fraksi-fraksi yang mewakili partai. Sementara Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud serta OPD lainnya hadir secara video conference di ruang kerja masing-masing.

Abdulloh mengatakan, berita acara kesepakatan ini akan disampaikan kepada Gubernur Kaltim Isran Noor terlebih dahulu sebelum ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) APBD-P 2021. Sehingga rancangan APBD-P 2021 Kota Balikpapan selanjutnya akan dibuatkan menjadi Perda APBD-P 2021.

“Tahapan pembahasan APBD Perubahan 2021 sudah berakhir. Hari ini disepakati bersama menjadi Rancangan Perda APBD-P 2021. Harus dilaporkan dulu ke Gubernur untuk dievaluasi sebelum menjadi Perda APBD-P,” ujarnya usai rapat.

Jika nantinya hasil evaluasi Gubernur Kaltim tidak ada masalah, Abdulloh menambahkan, akan langsung bisa disahkan sebagai Perda. Namun sebaliknya kalau ada revisi dari Gubernur, maka DPRD bersama Pemkot Balikpapan akan membahas ulang untuk perbaikan APBD-P tersebut.

“Kalau rancangan Perda APBD-P tidak ada masalah, tidak ada hal krusial dari hasil evaluasi Gubernur, maka bisa disepakati kembali diumumkan di dalam paripurna untuk dilaksanakan. Jadi tugas DPRD sampai pembahasan tahap akhir sudah selesai,” sambungnya.

Abdulloh meminta Pemkot Balikpapan bisa memaksimalkan waktu yang tersisa untuk merealisasikan penggunaan APBD-P 2021. Mengingat tahun anggaran di tahun ini tinggal dua bulan setengah lagi. Sehingga penyerapan APBD bisa maksimal dilakukan.

“Eksekutif harus segera melaksanakan anggaran perubahan ini. Karena mengingat waktu efektif penggunaan anggaran tinggal Oktober, November, Desember tanggal 15 sudah tutup buku,” tambah politisi fraksi Partai Golkar Balikpapan ini.

Menurutnya, dengan begitu, penyerapan APBD-P ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai yang ditargetkan para OPD pada akhir tahun ini dengan target penyerapan di atas 90 persen.

“Mudah-mudahan target-target dapat dicapai oleh para OPD yang melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut,” tandasnya.

Sementara Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di tempat yang berbeda mengatakan, ringkasan APBD-P Tahun 2021 sudah ditandatangani dan menjadi komitmen bersama Pemkot dan DPRD Kota Balikpapan.

“Yang disetujui pada hari ini adalah sebagai berikut, pendapatan daerah yang semula Rp 2,179 Triliun menjadi Rp 2,148 Triliun atau turun sebesar Rp 31,1 Miliar. Dan belanja daerah yang semula Rp 2,283 Triliun kini menjadi Rp 2,796 Triliun atau naik sebesar Rp 512,93 Miliar. Kemudian defisit anggaran yang semula ditetapkan dinas Rp 104,63 Miliar menjadi Rp 648,58 Miliar,” bebernya.

Dia juga berharap Pemprov Kaltim agar segera melakukan evaluasi hingga APBD-P Tahun 2021 dapat segera ditetapkan menjadi Perda.

“Saya sebagai penanggung jawab APBD-P menginstruksikan kepada seluruh jajaran OPD selaku pelaksana atau pengguna anggaran, agar memperhatikan secara sungguh-sungguh untuk memanfaatkan waktu yang tersisa seefektif mungkin dalam rangka merealisasikan perubahan APBD 2021, sehingga penyerapan anggaran dapat lebih maksimal lagi,” tutupnya. [*/to]

Previous articlePembahasan Rancangan APBD-P 2021 Memasuki Babak Akhir
Next articleBuang Sampah Tidak Sesuai Ketentuan Bisa Kena Pidana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.