Info Kota

Inovasi Pemkot Balikpapan: Pasar Murah Drive Thru

Pasar murah Ramadhan untuk menekan laju inflasi.

GODISCOVER.CO.ID – Pemkot Balikpapan membuat inovasi menarik untuk menekan laju inflasi saat Ramadhan. Salah satunya, membuka Pasar Murah dengan model drive thru. Layanan ini biasanya ditemui dalam layanan sajian makanan cepat, perbankan, pajak.

Namun, kali ini Pemkot Balikpapan menerapkan layanan drive thru untuk pasar murah. Yang dihelat di Balikpapan Islamic Center, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Pasar ini mulai beroperasi sejak diresmikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud pada 24 Maret 2023. Rencannya, pasar murah ini beroperasi hingga 2 April 2023. Di  pasar ini menjual beragam kebutuhan pokok, khususnya umat Muslim untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan.

Saat media ini mengunjungi pasar tersebut pada 2 April 2023, pasar ini berbeda dari biasanya. Pasar murah Ramadan di Balikpapan menggunakan konsep digital. Masyarakat dapat melakukan transaksi jual beli tanpa perlu turun dari kendaraan.

Pilih jenis kebutuhan yang ingin dibeli, lakukan pembayaran, lalu pulang. Simple, mudah dan menarik.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi hadirnya pasar murah ini. Yang diinisiasi hasil kolaborasi Pemkot dengan perbankan Kaltim. Yang memberi pelayanan dan fasilitas kemudahan saat berbelanja.

Pemkot menggandeng Bank Kaltimtara Syariah Cabang Balikpapan. Untuk sementara, jumlah tenant UMKM yang hadir di Pasar Ramadan drive thru ini berkisar 50 tenant. Di awal, Rahmad sempat mencoba dengan layanan ini melalui drive trhu.

“Semoga pasar murah Ramadhan ini, dapat membantu umat muslim Kota Balikpapan, dalam memenuhi kebutuhannya selama bulan Ramadan ini,” ujar Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Rahmad Mas’ud berpesan kepada masyarakat agar tidak perlu berbelanja berlebihan. Secukupnnya saja. Ia juga mengingatkan tentang hikmah puasa.

“Puasa tak hanya soal menahan lapar. Tapi juga bagaimana menahan nafsu amarah dan mengontrol diri, bijak dalam berbelanja. Karena berbelanja secara berlebihan dapat memicu inflasi dan berpengaruh pada kenaikan harga,” ujar Rahmad.

Sebab, lanjut Rahmad, jika inflasi terjadi bisa berdampak pada masyarakat tak mampu. Saat ini tingkat inflasi Balikpapan per Februari 2023 mencapai 0,31 persen. Angka ini tertinggi di pulau Kalimantan.

“Tingkat inflasi ini dipengaruhi antara lain kenaikan harga makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,14 persen,” ujarnya.

Meski begitu, Rahmad Mas’ud berharap momentum Ramadan bisa meningkatkan perekonomian lebih cepat. Yang berdampak kepada pedagang kecil dan UMKM. Untuk itu Pemkot Balikpapan mendukung upaya Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Masyarakat Ekonomi Syariah untuk menekan laju inflasi pada Ramadan 1444 Hijriah.

“Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat, belanjalah seperlunya dan secukupnya,” ingat Rahmad.

Pemkot Balikpapan juga menyiapkan penyelenggaraan Pasar Murah yang dimulai pada tanggal 3 hingga 7 April 2023 di tempat yang berbeda. Pasar Murah itu selanjutnya akan dilakukan Bank Kaltimtara dengan menggandeng stakeholder lainnya.

Menurut Pimpinan Cabang Bank Kaltimtara Syariah Balikpapan, Bagus Sulistyo Wardono, Pasar Murah Digital ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi daerah.

“Pasar Ramadan ini jual makanan, menggandeng pelaku UMKM. Tempatnya yang kita bantu fasilitasi dengan Pemkot Balikpapan dan konsep digitalisasi,” ujar Bagus.

Senada dengan Bagus, Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar menyatakan hal sama. Ia bilang pasar murah drive thru sebagai salah satu upaya menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat Balikpapan.

“Bersama stakeholder, seperti Bank Kaltimtara, Bank Kaltimtara Syariah dan Bank Indonesia,” jelas Haemusri Umar. (*/ ADV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
.