Leisure

Kok Bisa Kembang Api Meledak dengan Warna Cantik?

Merayakan pergantian tahun identik dengan hingar bingar pesta dan kemeriahan kembang api yang mampu membuat decak kagum akan aneka warna. Lantas, apa sebenarnya kandungan kembang api sehingga sangat menarik?

Melansir Live Science, (3/7/2017), semua kembang api dikemas dengan campuran bahan kimia agar bisa menghasilkan ledakan dan aneka warna.

Pada setiap kembang api, ada bagian yang disebut cangkang udara, sebuah tabung yang berisi bubuk mesiu dan ratusan “bintang” kecil berukuran tiga sampai empat sentimeter.

Menurut American Chemical Society (ACA), “bintang” kecil itu mengandung bahan bakar, zat pengoksida, pengikat, dan garam logam (logam oksida) yang memberi warna kembang api

Saat sumbu kembang api dinyalakan dan bubuk mesiu terbakar, tak lama cangkang udara akan meledak. Hal ini membuat “bintang” kecil di dalam cangkang itu menyebar ke atas dan memancarkan cahaya berwarna yang indah.

Hal ini karena ketika terpapar api, bahan bakar dan zat pengoksidasi “bintang” menghasilkan panas yang sangat cepat dan mengaktifkan logam yang mengandung pewarna.

Ketika elektron anjlok kembali ke tingkat energi yang lebih rendah, kelebihan energi akan dipancarkan sebagai cahaya.

Setiap elemen kimia melepaskan sejumlah energi berbeda dan energi itulah yang menentukan warna atau panjang gelombang cahaya yang dipancarkan.

“Misalnya, ketika natrium nitrat dipanaskan, elektron dalam atom natrium menyerap energi dan ‘heboh’. Ketika elektron anjlok, energi sekitar 200 kilojoule per mol (satuan pengukuran untuk bahan kimia) akan dilepaskan,” menurut situs web profesor kimia Universitas Wisconsin-Madison Bassam Z Shakhashiri.

Lantas, dari mana asal warna warni kembang api?

Menurut ACA, warna biru berasal dari beragam senyawa tembaga klorida. Merah berasal dari garam stronsium dan garam litium, tapi warna merah terang berasal dari stronsium karbonat.

Sementara warna lainnya berasal dari gabungan bahan pembuat warna primer. Misalnya senyawa tembaga penghasil warna biru yang dicampurkan dengan senyawa stronsium penghasil warna merah akan menghasilkan cahaya ungu.

Menurut ahli kimia John Conkling, kembang api telah ada selama ratusan tahun.

“Dan selama berabada-abad para ahli yang dikenal sebagai ahli kimia pyrotechnic telah mengembangkan kombinasi bahan kimia yang tidak hanya bisa menghasilkan visual menakjubkan lewat bentuk dan warna, tapi yang stabil dan aman digunakan,” kata Conkling yang juga seorang pakar kembang api di Washington College di Maryland, negara bagian AS.

Source : Sains Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
.