DPRD Balikpapan

Komisi IV DPRD Balikpapan Perhatikan Pendidikan Pesantren di Masa Pandemi

KOMISI IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan, turut meperhatikan pendidikan pesantren di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pasalnya, belajar daring tak bisa seluruhnya dijalankan oleh para santri.

Tidak seperti seperti pendidikan umum lainnya yang mampu menerapkan belajar dalam jaringan atau online. Menggunakan smartphone, tablet atau pun laptop dan komputer desktop.

“Ada warga mengeluh, khususnya orangtua yang khawatir bila anak-anak mereka kembali ke pondok, takut tertular,” kata Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Parlindungan, Senin (10/8/2020).

Sistem pendidikan di pondok pesantren memang agak berbeda dengan pendidikan umum maupun kejuruan. Santri diharuskan menetap di asrama. Istilahnya mondok.

“Kurikulumnya juga khusus. Kegiatan harus dilakukan dengan tatap muka dan jadwal di pondok itu biasa dilaksanakan selama 24 jam jadwal pendidikannya padat,” sebutnya.

Belajar di pondok pesantren kerap dilaksanakan dari subuh. Mulai dari mata pelajaran umum, mengaji, hafalan dan pendidikan ilmu agama Islam lainnya. Termasuk fikih.

Parlindungan pun menyarankan agar santri yang keluar masuk pondok pesantren memiliki riwayat kesehatan yang terjamin.

“Misal sebelum masuk pesantren, baik santri hingga pengurus wajib menjalani tes swab,” ucapnya.

Langkah itu menurutnya agar benar-benar memberi jaminan bahwa santri maupun pengajar dan pengurus pondok pesantren bebas dari Covid-19. Dia pun ingin saran tersebut dipertimbangkan. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button