Info Kota

Koperasi di Balikpapan yang Non Aktif Bakal Dicoret

Koperasi yang aktif berjumlah 440 unit.

GODISCOVER.CO.ID – Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian aka DKUMKMP, Heru Ressandy Kusuma menegaskan agar koperasi menunaikan kewajibannya menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Heru menyampaikan, selama ini masih ada sejumlah koperasi di Balikpapan yang belum melaksanakan RAT. Ia mengingatkan hal itu usai menggelar silaturahmi dengan Dewan Koperasi Daerah Balikpapan.

Agenda itu dihelat di gerai Dewan Kerajinan Nasional Daerah Balikpapan di Dome, Jum’at (17/11/2023). Acara dirangkai evaluasi dan rapat koordinasi ihwal hasil pemeriksaan Koperasi se-Balikpapan selama tahun 2023.

Terkait koperasi yang telah menggelar RAT, tidak semua telah melakukannya. Masih banyak koperasi yang belum juga melakukan RAT. “Jumlahnya ada puluhan,” ungkapnya.

Padahal, tegas Heru, RAT menjadi salah satu kewajiban koperasi yang digelar setiap tahun.

Kewajiban itu telah diatur dalam UU Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, yang tertuang dalam Pasal 22 sampai dengan pasal 26. Di Pasal 26, disebutkan RAT digelar paling sedikit sekali dalam setahun. RAT juga berfungsi mengesahkan pertanggungjawaban pengurus.

“Digelar paling lambat enam bulan setelah tahun buku lampau. Karena sifatnya penting, maka RAT ini menjadi langkah awal untuk penilaian koperasi sehat. Kami berharap koperasi di Balikpapan yang belum menggelar RAT untuk segera melakukannya,” ingat Heru.

Heru juga menegaskan koperasi yang tidak menggelar RAT bakal dijatuhi sanksi administrasi. “Statusnya non aktif. Sekarang sudah kami sampaikan surat teguran koperasi yang belum menjalankan RAT,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, koperasi yang dinyatakan non aktif secara otomatis akan dicoret atau dihapus dari data Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Ia menyampaikan, dari informasi yang diperolehnya, selama ini ada banyak faktor yang menyebabkan puluhan koperasi belum melakukan RAT. Di antaranya karena kepengurusannya sudah tidak aktif.

“Artinya yang pernah ditetapkan dalam hasil rapat, mereka tidak lengkap lagi,” tuturnya.

Alasan lainnya, karena sulitnya mengumpulkan anggota untuk mencapai kuorum. Yakni jumlah minimum individu yang memiliki kepentingan. Adapun jumlah minimal yakni 50 persen+1.

“Biasanya sulit untuk mengumpulkan anggota. Sehingga tidak bisa menggelar RAT,” terangnya.

Faktor lainnya, lanjut Heru, terkait anggaran. Ia mencontohkan, seperti keuangan yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga mereka tidak menggelar RAT.  Masalah itu diperparah karena koperasi tidak melapor.

Ia menambahkan sampai kini jumlah Koperasi di Kota Balikpapan yang tercatat ada 616 unit. Dari jumlah itu, 587 unit di antaranya koperasi binaan Kota Balikpapan. “Namun yang aktif hanya 440 unit,” katanya.

Meski begitu seluruhnya sudah melakukan RAT Koperasi. Dari hasil audit hanya ada 12 yang cukup sehat, dengan nilai tertinggi 79,35 dan terendah 68,98.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button