Politik

KPU Temukan 300 Bacaleg Ganda

Perludem menyoroti lemahnya rekruitmen parpol.

GODISCOVER.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum RI mendapati 300 bacaleg DPR RI Pemilu 2024 terdaftar ganda. Hal itu diketahui setelah KPU rampung memverifikasi dokumen persyaratan milik 10.323 bacaleg DPR yang diajukan dari 18 partai politik.

“Ada 300 bacaleg DPR RI yang ganda,” ujar Komisioner KPU RI, Idham Holik kepada wartawan, dikutip Senin (26/6/2023). Namun ia tidak mengungkapkan identitas ratusan bacaleg itu.

Idham juga tak menyebutkan bentuk kegandaannya, apakah ganda partai politik, atau ganda lembaga perwakilan, atau ganda daerah pemilihan.

Meski begitu, sebelumnya sudah terungkap sejumlah nama bacaleg DPR RI yang terdaftar ganda. Artis Aldi Taher, misalnya, terdaftar sebagai bacaleg DPR RI dari Perindo sekaligus bacaleg DPRD DKI Jakarta dari PBB.

Sempat terungkap juga nama mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi terdaftar sebagai bacaleg DPR RI dari dua partai, yakni Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Dedi diketahui pindah ke partai Gerindra beberapa hari jelang pembukaan pendaftaran bacaleg.

KPU RI diketahui telah menyerahkan data bacaleg DPR ganda itu kepada partai politik pengusung. Mulai 26 Juni sampai 9 Juli 2023, partai bisa menyampaikan bacaleg pengganti.

Menanggapi hal itu, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem menyoroti 300 bakal calon anggota legislatif DPR RI yang terdaftar ganda.

Menurut Perludem, besarnya jumlah bacaleg ganda ini terjadi karena rekrutmen partai politik lemah.

Manajer Program Perludem Fadli Ramadhanil menjelaskan, lemahnya rekrutmen itu dipicu oleh bertambahnya jumlah partai politik peserta pemilu, yakni 18 partai dalam Pemilu 2024. Setiap partai politik bisa saja berebut mendaftarkan seseorang sebagai bacaleg.

Selain itu juga dipicu penambahan dapil anggota DPR RI, dari awalnya 80 menjadi 84. Partai politik tentu terdorong untuk mendaftarkan bakal caleg dengan jumlah maksimal kursi di semua dapil.

“Dua pemicu itu kemudian mungkin membuat parpol di beberapa wilayah tertentu yang secara fungsi tidak terlalu kuat untuk melakukan rekrutmen politik, hasilnya mereka melakukan rekrutmen politik dengan cara-cara tidak maksimal,” ujar Fadli kepada wartawan, Senin (26/6/2023).

Fadli menambahkan, partai politik semakin kewalahan merekrut karer atau orang yang mau jadi bacaleg karena pendaftaran bacaleg dilakukan secara serentak untuk DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Partai politik terdorong untuk mendaftarkan bacaleg dengan jumlah maksimal di setiap tingkatan lembaga legislatif yang totalnya ribuan orang.

“Artinya, kita melihat masih ada proses rekruitmen partai politik di beberapa titik tertentu yang mungkin masih lemah,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button