Lifestyle

Mengapa Perempuan Galak Saat PMS

Bila Anda berpikir perempuan sedang haid itu galak, kemungkinan Anda keliru. Saat menstruasi, beberapa perempuan justru kesakitan bahkan lemas tak berdaya.

Masa di mana perempuan lebih galak dan sensitif justru sebelum menstruasi. Masa ini biasa disebut PMS.

Jelang haid, perempuan akan mengalami sindrom prahaid atau premenstrual syndrome(PMS). PMS sendiri adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terjadi pada perempuan.

PMS tidak sama dengan menstruasi. Siklus ini mulai terjadi sekitar satu atau dua pekan sebelum haid. Momen ini melibatkan serangkaian gejala fisik dan emosional termasuk stres, kram perut, kesulitan tidur, dan menjadi mudah marah.

Selama PMS, amigdala di otak, yang mengontrol emosi, meningkatkan aktivitasnya. Kadar serotonin dan neuro-transmitter gaba juga jadi lebih rendah, justru malah menyebabkan stres dan meningkatkan kecemasan.

Ada beberapa perubahan pada tubuh yang dialami perempuan saat PMS, seperti kembung, berat badan bertambah, kelelahan, sakit kepala, kram, nyeri otot dan sendi, pembengkakan payudara, mengidam makanan tertentu, rendahnya gairah seks, diare, dan masalah tidur.

Perubahan suasana hati dan perilaku juga akan terasa saat PMS, misalnya jadi sering merasa sedih, tertekan, mudah marah, agresif, gelisah, turunnya tingkat kewaspadaan, sulit berkonsentrasi, bahkan sampai menarik diri dari keluarga dan teman-teman.

Diperkirakan 50 sampai 80 persen perempuan pernah mengalami PMS dalam hidup mereka. Penyebab PMS sendiri belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang mungkin terkait, seperti tingkat fluktuasi hormon, termasuk estrogen dan progesteron.

MayoClinic pun menulis bahwa penyebab PMS belum diketahui, tetapi beberapa faktor yang berkontribusi antara lain perubahan hormon, perubahan zat kimia di otak, serta faktor depresi.

Selama PMS, ada obat antidepresan yang meningkatkan kadar serotonin, untuk membantu mengatur suasana hati dan merasa lebih bahagia, yaitu selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Adapun faktor lain yang turut menyebabkan PMS, seperti gaya hidup, obesitas (dengan indeks massa tubuh lebih dari 30), depresi, dan diet. Rendahnya konsumsi vitamin dan mineral juga dapat membuat memburuk.

Bagi perempuan, PMS mungkin jadi momen saat ia tak bisa mengontrol beberapa hal yang terjadi. Namun bagi laki-laki atau orang lain di sekitar perempuan PMS, ada beberapa halyang bisa dilakukan untuk menghadapinya.

Misalnya, jangan salahkan perilaku perempuan saat PMS. Daripada menyalahkan, lebih baik bersabarlah dan mencoba untuk memahami siklusnya.

Perlu diketahui, perempuan PMS juga makan lebih banyak. Bawakan dia makanan, seperti cokelat, es krim, keripik, sushi, burger, atau apa pun yang akan membuatnya senang.

Anda juga bisa mengajak menonton film favoritnya, bermain game, makan malam bersama di tempat kesukaannya, atau mengumpulkan teman-teman terdekat untuk menemaninya.

Source : Beritagar.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
.