DPRD Balikpapan

Pelaksanaan PPKM Darurat, juga Bijak untuk Para Pedagang

Untuk memastikan para pedagang kaki lima (PKL) yang dapat menimbulkan kerumunan masyarakat saat dilaksanakannya Permbelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Pemerintah Kota Balikpapan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan angkat bicara. Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang dan Ardiansyah mengatakan, dengan diterapkannya PPKM Darurat saat ini dibilang tepat bisa juga iya, dibilang tidak ya bisa juga iya.

“Kalau kita bicara dari sisi perkembangan penularan Covid-19 di Kota Balikpapan, memang kita perlu satu kebijakan yang sedikit tegas,” kata Parlindungan didampingi Ardiansyah, pada Jumat (16/7/2021).

Parlindungan juga menyampaikan, perlu ada keberimbangan dalam pelaksanaan PPKM Darurat agar ekonomi di Balikpapan juga tetap berjalan. Dan protokol kesehatan (Prokes) itu juga harus diterapkan agar terhindar dari Covid-19. tapi dalam pelaksanaan PPKM Darurat jangan juga sadis lah.

“Kalau ada pedagang tidak boleh berjualan, terus orang mau makan apa, ya bagaimana supaya bisa menyinkronkan dua hal ini, jangan separuh-separuh. Kita yang punya gaji tetap nggak masalah, bagaimana dengan orang yang berjualan sekarang untuk makan besok,” ucapnya.

Politisi fraksi Nasdem ini juga mengungkapkan, dengan perlakuan terhadap pedagang itu juga harus lebih bijaksana, kalau bisa dicarikan formulanya dengan duduk bersama berdiskusi, jangan juga buat peraturan yang justru menyusahkan masyarakat, bijak lah, seperti PKL dan para pedagang lainnya.

Lanjut Parlindungan, apalagi orang-orang yang ditunjuk sebagai Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 untuk itu bagaimana cara menyampaikan informasi ke orang-orang di lapangan yang berjualan, ini soal perut.

“Bahasanya nanti, saya mati bukan karena Covid-19, tapi mati karena kelaparan. Nah bahasa itu kalau sudah muncul repot kita. Perlakuan yang bijaklah, saya katakan harus duduk bersama. Untuk merumuskan itu perlakuan sehubungan dengan adanya seperti apa, kalau orang berjualan untuk bisa makan besok, dan perlakuan yang berbeda dengan orang yang punya gaji tetap,” ungkapnya. [*/to]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
.