DPRD Balikpapan

PHK di Tengah Pandemi, DPRD Balikpapan Dialog dengan Serikat Pekerja RSRI

KOMISI IV DPRD Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Serikat Pekerja Rumah Sakit Restu Ibu (RSRI) di Gedung DPRD Balikpapan, Selasa (4/8/2020).

Mereka mengeluhkan langkah manajemen RSRI yang melakukan PHK kepada 18 karyawan karena alasan efisiensi biaya operasi rumah sakit sebagai dampak pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Iwan Wahyudi mengatakan, RDP yang berlangsung tertutup itu, ada niat baik dari karyawan untuk mencari solusi dengan kondisi keuangan di RSRI Balikpapan seperti karyawan yang dirumahkan sementara sampai kondisi normal.

“Mereka berharap tidak diberhentikan oleh manajemen, kondisi sekarang ini memang menghantam rumah sakit untuk cash flownya. Mereka bersedia dirumahkan lalu diperkerjakan kembali kalau kondisi normal. Itu solusi yang ditawarkan karyawan,” tutur Iwan usai pertemuan RDP.

Dalam pertemuan yang dihadiri pengacara dan HRD RSRI tersebut, Iwan menambahkan ada semangat untuk tidak memberhentikan karyawan.

“Pihak manajemen melalui pengacara dan HRD tadi kami menangkap semangat itu tapi kita lihat keputusan ada pada direksi,” imbuhnya.

Alasan adanya pemecatan karyawan dikarenakan mereka diberhentikan untuk efisiensi biaya operasional di tengah pandemi Covid-19.

“Mulai Kamis kalau tidak salah mereka melakukan efisiensi dari sisi operasional, Cuma memang sangat terdampak pada sisi cash flow akhirnya mereka melakukan pemutusan kerja,” katanya.

Sementara untuk pesangon, sejauh ini sudah diberikan secara maksimal bagi karyawan tetap sedangkan karyawan kontrak masih digali lebih jauh.

“Karena kalau dia kontrak diputus, dia harus membayarkan sisa kontraknya. Itu datanya rata-rata sisa 9 bulan, nah 9 bulan itu yang dibayarkan,” tukasnya.

Sementara itu, perwakilan Disnaker Balikpapan Aniswati membenarkan bahwa Serikat Pekerja meminta agar karyawan diperkerjakan kembali.

“Pertemuan akan dilanjutkan lagi karena direksi RSRI tidak hadir. Pembahasan tuntutan pekerja ingin dipekerjakan kembali kan perusahaan alasannya efisien, ada pengurangan,” ucapnya.

Menurutnya sudah dua kali dilakukan mediasi bersama Disnaker hanya saja belum ketemu titik temunya.

“Belum sepakat, kalau sepakat dituangkan dalam perjanjian bersama tapi tadi sudah ada solusi-solusi yang coba dilemparkan,” ujarnya.

Selanjutnya, perwakilan Serikat Pekerja RSRI Halimatus mengemukakan, pihaknya hanya meminta mediasi ke DPRD dan Disnaker.

“Kami intinya tidak mau heboh, kami kemari minta mediasi saja biar kami ada jalan solusi dengan temen-temen biar bisa bekerja kembali,” kata Halimatus salah seorang karyawan RSRI yang terkena dampak PHK. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button